jump to navigation

Rindu… Maret 28, 2008

Posted by Arditya Wahyu N in One Day.
5 comments

Jumat siang ini, aku sangat merasakan kehilangan. Kehilangan seorang yang begitu mulia, yang menjadi idola dan panutan bagi seluruh umat manusia. Kehilangan seorang yang begitu mencintai umatnya daripada dirinya sendiri. Kehilangan seorang Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Saat itu, saat sholat Jumat, ketika khotib sedang menjalankan kewajibannya, beliau menceritakan begitu dalam saat-saat akhir manusia yang paling dicintai oleh Allah. Padahal cerita ini sudah sering aku dengar berkali-kali, tetapi baru kali, aku menitikan air mata ketika mendengarnya. Mataku basah, hatiku pedih, dada ini begitu sesak. Aku begitu dalam membayangkan saat-saat akhir Rasulullah bagaikan aku berada di sana ketika itu. Sungguh begitu luar biasa kemuliaan beliau, bahkan sangat terasa hingga akhir hayatnya. Beliau masih memikirkan nasib umatnya, beliau hanya ingin sakaratul maut yang terasa sangat menyakitkan tidak terjadi pada umatnya, cukup terjadi pada dirinya saja. Beliau tidak bahagia, meskipun diberitahu bahwa surga beserta isinya menunggunya. Rasullulah justru lebih memikirkan bagaimana nasib umatnya kelak.

Saat-saat akhir beliau pun menunjukkan begitu disayangnya sang pemimpin ini oleh umatnya. Bahkan seorang malaikat Jibril pun memalingkan wajahnya, tidak sanggup melihat manusia biasa dengan akhlak luar biasa ini dipanggil oleh Allah ke sisiNya.

Begitu perih rasanya hati ini. Aku merasakan rindu yang begitu dalam untuk bertemu dengannya. Tapi aku merasa sangat tidak pantas. Aku merasakan hidup yang kujalani jauh dari apa yang diharapkannya…

Perih… Maret 26, 2008

Posted by Arditya Wahyu N in gaK penTing.
2 comments

Matahari pagi memang menghangatkan

Tetapi seiring berlalunya waktu

Matahari pun menyengat, panas

Membuat keringat bercucuran

 

Udara subuh di daerah rendah sungguh menyejukkan

Bahkan menyejukkan hati

Tetapi semakin tinggi ketinggian daerah

Kesejukan itu menjadi dingin

Yang sakit menusuk dalam kalbu

 

Ekspektasi kadang memang tak sesuai dengan kenyataan

Membuat ekspektasi menjadi mimpi selamanya 

 

Hanya sekedar tulisan iseng…

Pengorbanan??? Maret 24, 2008

Posted by Arditya Wahyu N in One Day.
2 comments

Sebelumnya, tulisan kali ini dah gw tulis dari hari rabu,,, tapi belom selesai, dan baru ke-publish sekarang.

Hari ini, gw menerima combo ujian. Basis Data II ama Metode Formal. Combo yang sangat cantik, paginya jam 08.00 – 10.00, metfor, gw udah mesti putar otak. Meskipun dengan pengorbanan yang begitu berat dengan melilitnya sel-sel otak gw, tetep aja nih ujian kagak sukses. Lanjut ke basdat, mulai jam 13.00 – 15.00, hapalan. Untungnya, diperbolehkan pake note, selembar A4 bolak-balik. Pertolongan ini sayangnya datang terlambat. Pengumuman bahwa boleh pake note baru dikasih tau jam 3 sore, via online. Dengan bahan yang segudang yang materinya termasuk juga gudang data, waktu dari jam segitu gw rasa nggak bakalan cukup buat gw membuat novel 2 halaman A4 ini. Maka dari itu, gw pulang ke kontrakan lebih awal, ba’da ashar (biasanya ngalong dulu di kampus ampe jam 8 malem). Nah, ampe magrib, nyelesain urusan dengan metfor, trus lanjut ngurusin basdat. Berhubung dah ngantuk berat, jam 9 gw memilih tidur, dan berharap bisa ngelanjutin jam 4 pagi. Sialnya, gw malah bangun jam 6, dan novel gw belom beres, padahal deadline tinggal 7 jam lagi, dengan gangguan selama 5 jam(ujian metfor, kuliah, makan siang). Parah… Akhirnya dalam 30 menit terakhir, gw merasa menjadi sensei Masashi Kishimoto (pengarang Naruto) yang tiap minggunya kejar deadline. Note selesai, ujian dimulai. Dan… notenya gak guna sama sekali. Ujiannya kelewat susah, apa gw-nya yang geblek yah…

Haaahhhh… Padahal gw dah merelakan ndak pulang minggu ini untuk belajar. Tapi, ternyata pengorbanan gw yang ini juga tidak menghasilkan sesuatu yang berarti. Yaaa iyaalaaahh….. Minggu pagi, gw malah nonton tipi. Trus siangnya ampe sore malah, dapet panggilan buat jadi ojek ke kelapa dua sama si maul. Malemnya malah nge-game… Ampun…

Ingin Minggu Ini Segera Berakhir Maret 14, 2008

Posted by Arditya Wahyu N in One Day.
5 comments

Tampaknya minggu ini, nggak hanya gw, tapi mungkin mahasiswa-mahasiswa lain mengalami masa kesibukan yang teramat sangat. Tugas, ujian, kepanitiaan… trilogi mahasiswa.

Ketiga trilogi mahasiswa ini terjadi ama gw. Setelah 2 minggu lalu mengalami trilogi yang ketiga, kali ini bagian pertama dan kedua yang berjalan dalam kehidupan gw minggu ini. Ini baru jadi anak Fasilkom, tugas seabrek langsung di-combo sama yang namanya ujian.

Tapi dibalik itu semua, ada kejadian yang membuat hati ini merasakan kebesaran Allah SWT. Hari itu, hari Kamis, ketika gw beserta anak-anak fasilkom 2006 lainnya, sedang menikmati santapan tutorial basdat II di labkom. Laboratorium kenangan, 1103. Labkom yang kami gunakan ketika masih menjadi maba. Saat-saat deadline sebuah tugas, menunggu hingga jam 9 malem nyampe komputernya dibunuh sama admin. Saat-saat ujian praktikum. Semua itu teringat kembali dalam benak ini.

Back to the topic.

Nah, itu tutorial kan mulai dari jam 16.00 nyampe jam 17.00, dengan deadline laporan besoknya jam 4 sore, yang sayangnya mesti dalam bentuk hardcopy. Udah gitu, nih laporan mesti dikerjain berdua. Jadinya pada milih nyelesain malem ini, langsung.

Menuju pukul 6.10, adzan Maghrib berkumandang. Biasanya nih, gw gak langsung naek untuk sholat. Tetapi, kali ini, entah kenapa, hati gw merasa terpanggil. Gw langsung aja naek ke atas, padahal masih ada laporan yg mesti dibuat. Berhubung lagi haus banget, gw mampir ke ruang BEM dulu, minum. Nah, di sinilah yang namanya berkah itu datang.

Menikmati hilangnya dahaga, gw melihat, dipojokkan ruang BEM, ada Pizza Hut. Smel, sang ketua, dateng dan berfirman dengan membawa damai, ‘pizza-nya dimakan aja gih’. Hmm, ini baru ketua BEM. Mantap nih pizza…

Gw menganggap kejadian ini penuh hikmah. Inilah hadiah dari Yang Maha Penyayang terhadap orang yang mendahulukan sholat di atas segalanya.

Hmm, sebenarnya ada kejadian lain yang menarik juga hari-hari sebelumnya yang pengen banget gw tulis, tapi setelah gw ingat-ingat, gw pun tetep gak inget.

Kisah di Samping CGT’08 Maret 5, 2008

Posted by Arditya Wahyu N in One Day.
Tags: ,
3 comments

Kembali menulis secara spontan, langsung tulis apa yang ada pikiran… Kembali menulis sambil membuka slide Basdat II yang menjadi idle (mata kuliah yang satu, kali ini bener buta padahal…).

CGT kependekan dari Computer Get Together. Sebuah acara senang-senang, acara yang diperuntukkan untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar keluarga Fasilkom, mulai dari mahasiswa-mahasiswa yang masih menimba ilmu, orang-orang kantin, genitor dan satpam, hingga alumni angkatan ‘92. Acara ini dimulai dengan adanya lomba2 layaknya 17an dan diisi dengan parade band serta penampilan lainnya.

Nah, gw mengalami beberapa hal “istimewa” di sini, baik di h-1, hari h, hingga pasca acara.

H-1

Namanya acara sejenis pensi gini, pastinya harus ada dekorasi yg menarik. Dan anak2 dekor dipastikan menjadi korban di hari ini. (lagi…)